ANALISA SWOT UNTUK PELAYANAN GEREJA – 5 Langkah

Analisa SWOT adalah suatu teknik analisa yang digunakan untuk:

  1. Mengidentifikasi dan memetakan faktor-faktor lingkungan baik secara internal dan eksternal dari suatu organisasi
  2. Menganalisa situasi dan kondisi dari faktor-faktor lingkungan tersebut, dan bagaimana dampak dan relevansinya terhadap terhadap kinerja organisasi
  3. Memberikan arahan kepada tujuan dan perencanaan strategis dari sebuah organisasi

Analisa SWOT dalam dunia sekuler dan dunia bisnis dipakai sebagai teknik analisa terhadap posisi persaingan sebuah perusahaan/ organisasi dalam sebuah industri. Namun dalam konteks pelayanan gerejawi, Analisa SWOT dapat juga digunakan untuk:

  1. Memetakan kondisi dan situasi faktor-faktor lingkungan gereja yang berdampak terhadap pelayanan gereja
  2. Merumuskan rencana strategis dalam mencapai tujuan dan MISI pelayanan yaitu: Diakonia, Koinonia, dan Marturia

Karena itu ada dua kata kunci disini mengenai Analisa SWOT, yaitu “memetakan” dan “merumuskan”. Dalam hal “memetakan”, Analisa SWOT ibarat sebuah peta yang memberikan gambaran mengenai situasi dan kondisi suatu daerah. Dengan membaca peta kita dapat mengetahui arah dan tujuan. Kemudian kita perlu “merumuskan” atau menentukan bagaimana cara kita mencapai tujuan itu.

 

Analisa SWOT yang baik tidak hanya berhenti pada Matrix Analisa SWOT. Tetapi sampai kepada perumusan rencana strategis, sebagai outcome dari Analisa SWOT. Perlu diingat bahwa tipe Analisa SWOT yang akan kita bahas kali ini disesuaikan dengan konteks pelayanan gerejawi. Bukan bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Ataupun untuk melumpuhkan pesaing kita. Definis pesaing pun kurang tepat digunakan dalam Analisa SWOT ini. Saya akan jelaskan nanti bagaimana perbedaannya.

Kemudian tulisan ini saya akan mengajak kita untuk menelusuri 5 langkah tuntas dalam membuat untuk membuat Analisa SWOT, yaitu:

  1. Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan di sekitar GKI KB. Faktor-faktor lingkungan adalah:
  • Stakeholders (pemangku kepentingan)
  • Action of stakeholders (aksi dari para pemangku kepentingan, atau hal-hal yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan)
  • Resources (sumber daya)
  1. Mengkategorikan faktor-faktor lingkungan tersebut kedalam 2 (dua) kategori:
  • Lingkungan Internal (lingkungan yang bersinggungan secara langsung atau dari dalam organisasi)
  • Lingkungan External (lingkungan yang berada di luar organisasi, namun berdampak terhadap kelangsungan organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung)
  1. Menganalisis dampak dan relevansi kondisi faktor-faktor lingkungan terhadap kegiatan pelayanan Gereja
  • Mengukur dampak positif (+) dan negatif (-)
  • Mengukur besar/kecil dampak lingkungan:
  •  rendah, menengah, dan tinggi
  1. Memetakan faktor-faktor lingkungan kedalam matriks Analisa SWOT:
  • Internal & Positif          Strength (Kekuatan)         
  • Internal & Negatif          Weakness (Kelemahan)     
  • External & Positif          Opportunity (Kesempatan)
  • External & Negatif      Threat (Ancaman)
  1. Menyusun rencana strategis matriks dari hasil SWOT:
  • Pertanyaan besarnya: “Setelah Analisa SWOT, so what???”…
  • Menggunakan Analisa SWOT untuk membantu kita untuk menyusun Rencana Strategis dan mencapai tujuan

Penjelasan dari langkah-langkah ini akan saya ulas dalam tulisan saya berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: